HPK taruh disini
Bagai Langit & Bumi, Inilah 3 Perbedaan Mencolok Antara Persib Bandung & Persija Jakarta!
Situasi Liga 1 2018 akhir-akhir ini tengah memanas setelah PSSI, selaku federasi sepakbola nasional, dinilai gagal mewujudkan iklim kompetisi yang sehat dan adil di kasta sepakbola tertinggi Indonesia tersebut.
Hal ini imbas dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan hukuman kontroversial pasca laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di pekan ke-23, Minggu (23/9) silam, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Banyak pihak menuding jika PSSI dipenuhi sentimen negatif dan unsur subjektivitas saat memvonis hukuman untuk Maung Bandung. Pasalnya, sanksi PSSI kepada tim-tim lain yang melakukan kesalahan serupa tak seberat seperti halnya hukuman terhadap Persib.
Di luar konflik yang dihembuskan PSSI tersebut, hubungan antara Persib dan Persija sendiri memang tak harmonis. Bahkan rivalitas antara Maung Bandung dan Macan Kemayoran kerap dilabeli dengan tajuk 'musuh abadi', mengingat panasnya perseteruan kedua tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Jika dibandingkan dan diperhatikan dari berbagai aspek, ternyata di antara keduanya pun memiliki 3 perbedaan yang sangat mencolok seperti di bawah ini.
1. Stadion Megah Sebagai Prasyarat Menjadi Tim Besar
Tim besar selalu identik dengan stadion megah sudah menjadi hal yang lumrah. Apabila Manchester United bangga dengan Old Trafford-nya, Real Madrid gagah saat tampil di Santiago Bernabeu, Camp Nou selalu angker bagi lawan-lawan Barcelona atau Bayern Muenchen dengan Allianz Arena-nya, maka Persib dinaungi Gelora Bandung Lautan Api.
Nasib miris justru dialami Persija Jakarta, mengaku sebagai klub besar tanah air, namun Macan Kemayoran hingga kini tak mampu mempunyai stadion sendiri, meski dengan kapasitas 5 ribu penonton sekalipun.
Tak heran jika Persija sampai detik ini, bak seorang musafir, masih melanglang buana dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mencari stadion yang berkenan menyewakan lapangannya untuk menggelar laga kandang mereka.
Seperti dilansir bolasport.com (10/10/2018), Persija bahkan sampai harus berebut Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi dengan PSSI agar mereka bisa menyewa stadion berkapasitas 30 ribu penonton tersebut saat menjamu Persela Lamongan, Jumat (19/10) mendatang.
2. Disparitas Finansial
Dari segi finansial perbedaan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta bak langit dan bumi. Sejak bermetamorfosis menjadi klub profesional pada musim 2009/10 silam, Maung Bandung didukung finansial berlimpah hasil sokongan dana dari konsorsium pebisnis kelas kakap seperti Glenn Sugita, Erick Thohir, Teddy Tjahyono, dll.
Maka tak heran jika keuangan Persib cenderung sehat yang berimbas dengan berdatangannya banyak pemain berkualitas.
Bagaimana dengan sang rival? Tahun 2016 lalu Persija hampir dinyatakan bangkrut setelah Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Purnama, menyebut hutang Macan Kemayoran mencapi Rp 76 miliar.
Namun, secara ajaib dan masih menjadi misteri hingga saat ini, ada pihak tertentu yang memberi modal kepada Persija secara cuma-cuma. Anehnya, manajer Persija Gede Widiade, enggan membocorkan siapa sosok 'baik hati' tersebut (investigasi tirto.id).
3. Prestasi
Sejak Liga Indonesia pertama bergulir tahun 1994 silam, Persib Bandung masih unggul dengan dua gelar juara, yakni pada musim 1994/95 dan 2014. Sementara Persija baru sekali saja merasakan trofi di tahun 2001. (Dikutip dari UC News)
Kode Iklan 300x250
Situasi Liga 1 2018 akhir-akhir ini tengah memanas setelah PSSI, selaku federasi sepakbola nasional, dinilai gagal mewujudkan iklim kompetisi yang sehat dan adil di kasta sepakbola tertinggi Indonesia tersebut.
Hal ini imbas dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhkan hukuman kontroversial pasca laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta di pekan ke-23, Minggu (23/9) silam, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Banyak pihak menuding jika PSSI dipenuhi sentimen negatif dan unsur subjektivitas saat memvonis hukuman untuk Maung Bandung. Pasalnya, sanksi PSSI kepada tim-tim lain yang melakukan kesalahan serupa tak seberat seperti halnya hukuman terhadap Persib.
Di luar konflik yang dihembuskan PSSI tersebut, hubungan antara Persib dan Persija sendiri memang tak harmonis. Bahkan rivalitas antara Maung Bandung dan Macan Kemayoran kerap dilabeli dengan tajuk 'musuh abadi', mengingat panasnya perseteruan kedua tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Jika dibandingkan dan diperhatikan dari berbagai aspek, ternyata di antara keduanya pun memiliki 3 perbedaan yang sangat mencolok seperti di bawah ini.
1. Stadion Megah Sebagai Prasyarat Menjadi Tim Besar
Tim besar selalu identik dengan stadion megah sudah menjadi hal yang lumrah. Apabila Manchester United bangga dengan Old Trafford-nya, Real Madrid gagah saat tampil di Santiago Bernabeu, Camp Nou selalu angker bagi lawan-lawan Barcelona atau Bayern Muenchen dengan Allianz Arena-nya, maka Persib dinaungi Gelora Bandung Lautan Api.
Nasib miris justru dialami Persija Jakarta, mengaku sebagai klub besar tanah air, namun Macan Kemayoran hingga kini tak mampu mempunyai stadion sendiri, meski dengan kapasitas 5 ribu penonton sekalipun.
Tak heran jika Persija sampai detik ini, bak seorang musafir, masih melanglang buana dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mencari stadion yang berkenan menyewakan lapangannya untuk menggelar laga kandang mereka.
Seperti dilansir bolasport.com (10/10/2018), Persija bahkan sampai harus berebut Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi dengan PSSI agar mereka bisa menyewa stadion berkapasitas 30 ribu penonton tersebut saat menjamu Persela Lamongan, Jumat (19/10) mendatang.
2. Disparitas Finansial
Dari segi finansial perbedaan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta bak langit dan bumi. Sejak bermetamorfosis menjadi klub profesional pada musim 2009/10 silam, Maung Bandung didukung finansial berlimpah hasil sokongan dana dari konsorsium pebisnis kelas kakap seperti Glenn Sugita, Erick Thohir, Teddy Tjahyono, dll.
Maka tak heran jika keuangan Persib cenderung sehat yang berimbas dengan berdatangannya banyak pemain berkualitas.
Bagaimana dengan sang rival? Tahun 2016 lalu Persija hampir dinyatakan bangkrut setelah Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Purnama, menyebut hutang Macan Kemayoran mencapi Rp 76 miliar.
Namun, secara ajaib dan masih menjadi misteri hingga saat ini, ada pihak tertentu yang memberi modal kepada Persija secara cuma-cuma. Anehnya, manajer Persija Gede Widiade, enggan membocorkan siapa sosok 'baik hati' tersebut (investigasi tirto.id).
3. Prestasi
Sejak Liga Indonesia pertama bergulir tahun 1994 silam, Persib Bandung masih unggul dengan dua gelar juara, yakni pada musim 1994/95 dan 2014. Sementara Persija baru sekali saja merasakan trofi di tahun 2001. (Dikutip dari UC News)





0 Response to "BAGAI LANGIT DAN BUMI, INILAH 3 PERBEDAAN MENCOLOK ANTARA PERSIB DAN PERSIJA"
Post a Comment