HPK taruh disini
Tragis, kelompok kriminal bersenjata (KKB) membantai 31 pekerja jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Tanpa ampun, KKB menghabisi para pekerja. Penyebabnya, seperti diberitakan berbagai media massa, Selasa (4/12/2018), salah seorang pekerja mengambil foto saat KKB menggelar upacara peringatan Kemerdekaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang digelar tak jauh dari lokasi proyek.
Peristiwa nahas itu kemudian menuai reaksi dari publik. KKB dianggap sadis karena menghabisi nyawa 31 pekerja yang jelas-jelas tidak bersenjata. Namun yang tak kalah ramai diperbincangkan, kenapa sih aparat keamanan khususnya TNI tidak mampu menghabisi KKB itu?
Pertanyaan ini memang layak diajukan, mengingat kemampuan tempur TNI terutama dari satuan elit seperti Kopassus, tidak perlu diragukan lagi. Publik pun ramai-ramai mengusulkan agar prajurit Kopassus diterjunkan untuk berperang melawan KKB. Bila dinilai dari segi nyali dan kemampuan tempur prajurit TNI, tentu KKB bukan tandingannya. Bisa dibilang, dalam operasi sehari penuh TNI, pasukan KKB dipastikan habis ditumpas.
Namun masalahnya tidak semudah itu. Bila dicermati, setidaknya terdapat dua alasan kenapa TNI kesulitan melawan KKB. Pertama, kondisi Papua yang sangat luas dan masih berupa hutan lebat. Luasnya wilayah Papua ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat.
Kendati TNI sanggup berperang gerilya, namun mengingat luasnya wilayah hutan Papua yang juga berkontur pegunungan, tetap saja menyulitkan untuk mengejar pasukan KKB. Dengan kata lain, seandainya perang berlangsung di satu titik tertentu, pasukan KKB dipastikan tak berkutik di tangan TNI. Kondisi medan yang sangat luas tersebut itulah yang membuat prajurit TNI sehingga kesulitan memberantas KKB.
Penyebab kedua adalah pasukan KKB yang menguasai medan geografis dan sosial di Papua akan memudahkan mereka untuk berbaur dengan masyarakat setempat. Di saat mereka terdeteksi mendatangi pemukiman warga, juga bukan hal mudah bagi TNI untuk mengambil tindakan tegas. Semisal terjadi kontak senjata dan mengakibatkan korban jiwa dari sipil, maka TNI rawan dituding melakukan perbuatan brutal dan dituduh telah melanggar HAM.
Sehingga, anggapan bahwa TNI tak mampu melawan KKB sebetulnya tidak tepat. TNI telah berupaya mengisolir pasukan KKB ke hutan dan pegunungan. Namun yang namanya gerilyawan lokal, tentu jauh lebih mengetahui kondisi geografis di sana. Kendati begitu, kita berharap KKB segera menyerahkan diri dan akan jauh lebih baik lagi bila kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi NKRI. sumber : UCbrowser
Kode Iklan 300x250
sumber pihak ketiga
Peristiwa nahas itu kemudian menuai reaksi dari publik. KKB dianggap sadis karena menghabisi nyawa 31 pekerja yang jelas-jelas tidak bersenjata. Namun yang tak kalah ramai diperbincangkan, kenapa sih aparat keamanan khususnya TNI tidak mampu menghabisi KKB itu?
Pertanyaan ini memang layak diajukan, mengingat kemampuan tempur TNI terutama dari satuan elit seperti Kopassus, tidak perlu diragukan lagi. Publik pun ramai-ramai mengusulkan agar prajurit Kopassus diterjunkan untuk berperang melawan KKB. Bila dinilai dari segi nyali dan kemampuan tempur prajurit TNI, tentu KKB bukan tandingannya. Bisa dibilang, dalam operasi sehari penuh TNI, pasukan KKB dipastikan habis ditumpas.
Namun masalahnya tidak semudah itu. Bila dicermati, setidaknya terdapat dua alasan kenapa TNI kesulitan melawan KKB. Pertama, kondisi Papua yang sangat luas dan masih berupa hutan lebat. Luasnya wilayah Papua ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat.
Kendati TNI sanggup berperang gerilya, namun mengingat luasnya wilayah hutan Papua yang juga berkontur pegunungan, tetap saja menyulitkan untuk mengejar pasukan KKB. Dengan kata lain, seandainya perang berlangsung di satu titik tertentu, pasukan KKB dipastikan tak berkutik di tangan TNI. Kondisi medan yang sangat luas tersebut itulah yang membuat prajurit TNI sehingga kesulitan memberantas KKB.
Penyebab kedua adalah pasukan KKB yang menguasai medan geografis dan sosial di Papua akan memudahkan mereka untuk berbaur dengan masyarakat setempat. Di saat mereka terdeteksi mendatangi pemukiman warga, juga bukan hal mudah bagi TNI untuk mengambil tindakan tegas. Semisal terjadi kontak senjata dan mengakibatkan korban jiwa dari sipil, maka TNI rawan dituding melakukan perbuatan brutal dan dituduh telah melanggar HAM.
Sehingga, anggapan bahwa TNI tak mampu melawan KKB sebetulnya tidak tepat. TNI telah berupaya mengisolir pasukan KKB ke hutan dan pegunungan. Namun yang namanya gerilyawan lokal, tentu jauh lebih mengetahui kondisi geografis di sana. Kendati begitu, kita berharap KKB segera menyerahkan diri dan akan jauh lebih baik lagi bila kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi NKRI. sumber : UCbrowser


0 Response to "KENAPA SIH TNI SULIT BERANTAS KKB DI PAPUA? TERNYATA INI PENYEBABNYA"
Post a Comment